Mental Health Awareness di Tempat Kerja: 30% karyawan terancam masalah mental health
Karir
November 28, 2022

Sebagian dari kita menghabiskan waktu setidaknya sebanyak 8 jam dalam satu hari untuk bekerja, yang dilakukan selama 5 hari dalam satu minggu. Jadi, bisa dikatakan bahwa pekerjaan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Atau, bahkan menjadi salah satu prioritas utama dalam kehidupan.

Sebagai pribadi yang mencurahkan banyak waktunya dalam bekerja, kita dituntut untuk berteman dengan deadline, tekanan, atau bahkan mungkin dengan lingkungan kerja yang tidak bersahabat. Karena hal-hal tersebut, perasaan overwhelmed seringkali melanda kita. Nah, hati-hati, perasaan overwhelmed yang berkelanjutan dapat membuat pekerjaan menjadi hal yang korosif bagi kesehatan kita, baik itu kesehatan fisik maupun kesehatan mental.

Survei yang dilakukan oleh Vivant—perusahaan teknologi kesehatan asal Singapura—melaporkan sebanyak 30% karyawan terancam masalah kesehatan mental.

Berdasarkan The Workplace Health Report: 2022 dengan jumlah 2201 karyawan yang melakukan survei, 10 teratas penyebab stres/overwhelmed di tempat kerja adalah sebagai berikut:

  1. Beban kerja yang berlebihan
  2. Memiliki sedikit kendali
  3. Kurangnya dukungan
  4. Staf senior
  5. Rekan kerja sebaya
  6. Pelatihan yang tidak memadai
  7. Keamanan kerja
  8. Kerja dari rumah
  9. Jarak tempuh ke kantor
  10. Faktor lain (kondisi kerja, work life balance, dll)

Seperti yang kita tahu, produktivitas tergantung pada kemampuan time management dan kemampuan untuk fokus pada pekerjaan. Namun sayangnya, ketika stres kerja melanda, karyawan menjadi sulit berkonsentrasi, sulit memenuhi tenggat waktu, dan sulit memanfaatkan kreativitas mereka. Lebih penting lagi, stres dapat memicu masalah kesehatan mental lain yang memengaruhi produktivitas pekerjaan—termasuk kelelahan, kecemasan, dan konflik.

Karena itu, sudah saatnya perusahaan proaktif dalam meningkatkan mental health awareness dan mendukung karyawan sesuai apa yang mereka butuhkan. Jadi terjaganya kesehatan mental tidak lagi menjadi tanggung jawab pribadi, namun sudah menjadi tanggung jawab bersama.

No alt text provided for this image

Lalu, apa saja bentuk dukungan mental health yang bisa diterapkan oleh perusahaan? Simak baik-baik berikut ini!

Bentuk dukungan mental health yang bisa diterapkan oleh perusahaan

1. Beri edukasi pada tim

Memfasilitasi budaya perusahaan yang suportif dimulai dari para manager, lead, founder, HR, dan seterusnya. Adakan pertemuan intensif di perusahaan tentang bagaimana cara meningkatkan self-care, stress management di tempat kerja, dan cara agar terhindar dari burnout. Akan lebih bermanfaat juga jika pelatihan dilakukan oleh seorang profesional/psikolog/coach. Dengan begitu, promosi kesehatan mental yang baik akan tercipta dan dapat memberdayakan karyawan untuk mengambil tindakan/aksi dalam meningkatkan mental health mereka.

2. Memfasilitasi komunikasi terbuka

Komunikasi adalah kuncinya, terutama pada karyawan yang bekerja dari jarak jauh. Cobalah berkomunikasi dengan karyawan dengan clear, terbuka, dan penuh kasih tentang kebijakan perusahaan saat ini, atau opsi mental health treatment. Karena itu, manager perlu memastikan karyawan apakah mereka mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan dengan komunikasi yang teratur, terbuka, dan konsisten.

3. Menerapkan tempat kerja yang mendukung mental health policies & resources

Ada beberapa bentuk dukungan mental health yang dapat perusahaan tawarkan kepada karyawan. Misalnya, konseling pribadi, group coaching, rutin mind & body exercise, atau akses gratis ke psikiater/klinik. Dengan mendukung mental health policies & resources di tempat kerja dapat memberdayakan karyawan. Sehingga, mereka akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan dan menyeimbangkan kebutuhan kesejahteraan pribadi.

Lalu, bagaimana cara mengidentifikasi dan memantau mental health karyawan dengan efisien dan efektif?

Karena mental health symptoms dapat muncul kapan saja, penting bagi perusahaan untuk memantau karyawan secara konsisten dan memastikan bahwa mereka dalam keadaan baik. Perusahaan dapat mengevaluasi karyawan dengan mengatur check-in secara berulang.

Itulah mengapa, Mindtera kini hadir sebagai solusi end-to-end untuk kelola engagement, wellbeing & development karyawan. Solusi dan layanan kami menghadirkan aktivitas menarik yang dipersonalisasi untuk membangun pengalaman tempat kerja yang positif. Kami membantu perusahaan menyelesaikan masalah turnoverkaryawan yang tinggi, kinerja yang rendah, & meningkatkan produktivitas.

Tersedianya 500+ microlearning programs, 40+ konten Jeda Wellnes, akses untuk group & personal coaching, serta analytical dashboard guna menghasilkan insight berbasis data, dapat memudahkan untuk melakukan peningkatan engagement, wellbeing, & development karyawan.

Jadi, mulai sekarang maksimalkan potensi, kinerja, dan pertumbuhan karyawan dengan mewujudkan tempat kerja yang paling bahagia bersama Mindtera~

Yuk, dapatkan FREE DEMO sekarang!

Share this article