Top-Down Communication: Teknik Komunikasi Efektif di Dunia Kerja
Karir
June 10, 2022

Dalam dunia kerja, komponen lain yang tidak kalah penting dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan, adalah komunikasi. Dengan membangun komunikasi yang baik, dapat memperkuat seluruh organisasi dan memberdayakan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan di dunia kerja.

Itulah mengapa menerapkan teknik komunikasi efektif sangat diperlukan di dunia kerja. Salah satu teknik komunikasi efektif yang bisa kamu terapkan, yaitu top down communication. Komunikasi top down sangat penting untuk menjaga agar karyawan tetap selaras dan sejalan untuk mencapai tujuan.  

Definisi komunikasi top down

Komunikasi top down adalah komunikasi yang dimulai dari menyampaikan insight pokok/kesimpulan, kemudian menyampaikan data-data dan insight pendukung, lalu diakhiri dengan fakta dan data.

Teknik komunikasi top down ini sudah banyak diaplikasikan oleh para konsultan. Meski begitu, teknik komunikasi ini juga bisa diaplikasikan ke semua bidang. Mulai dari komunikasi ke pasangan, atasan, hingga pitching ke klien.

Jadi, intinya adalah top down communication berfokus pada kebutuhan lawan bicara dan juga berorientasi pada hasil.

Tips menerapkan komunikasi top down

teknik komunikasi efektif dunia kerja
source: McKinsey

Komunikasi yang efektif tidak hanya soal menyampaikan suatu informasi/pesan, namun juga bagaimana cara menyampaikannya agar tersampaikan dengan utuh dan menarik. Ikuti tips di bawah ini untuk memudahkanmu membangun komunikasi efektif di dunia kerja:

1. Mulailah dari akhir

Yang dimaksud “mulai dari akhir” adalah sampaikan pesan utamamu sejak awal pembicaraan. Kamu yang mungkin terbiasa menyampaikan kesimpulan/pesan utama di akhir, coba ubah pola tersebut. 

Jika kamu menyampaikan pesan utama di akhir, umumnya akan membuat pendengar kehilangan minat untuk mendengarkan. Karena mereka merasa bahwa poin-poin yang kamu sampaikan tidaklah penting dan terlalu bertele-tele. Dengan begitu, mereka pun tidak fokus terhadap apa yang dibicarakan.

2. Susun roadmap

Setelah kamu menyampaikan pesan utama di awal, susunlah roadmap untuk memperkuat argumenmu. Roadmap akan membantumu untuk kemudian menyampaikan strategi/data secara rinci dan jelas. 

3. Kembangkan argumen utama

Perjelas argumen utama dengan fakta-fakta dan data-data yang telah kamu kumpulkan. Semakin rinci, semakin baik. Dengan begitu, pendengar pun akan sepenuhnya memahami apa yang kamu sampaikan.

Kebanyakan orang berkomunikasi dengan cara storytelling atau linier. Kita terbiasa memulai komunikasi dari masa lampau dan menulis cerita berurutan dengan punchline pesan utama di akhir. Sayangnya, dalam bisnis, komunikasi berurutan dapat dengan mudah menghilangkan minat pembicara. Karena itu, komunikasi top-down yang mengutamakan punchline dan memperkuat punchline dengan pemikiran terstruktur, sangat tepat diterapkan di dunia kerja.

Share this article