Work Vs Me Time
Karir
June 16, 2022

Apakah kamu sedang berada pada fase ‘dari bangun sampai mau tidur lagi, selalu ingat pekerjaan’? Atau, saat sedang bersama pasangan di hari Sabtu, malah teringat kerjaan di hari Senin? Hmmm, kira-kira work-life balance kamu jalan nggak nih? Nah, Teman Mindy, sebagai pribadi yang aktif dan produktif tentu bekerja adalah bagian dari keseharian kamu. Tapi, kamu nggak lupa kan, bahwa kamu juga pribadi yang butuh waktu untuk dirimu sendiri tanpa ada embel-embel ‘pekerjaan’?

Coba ingat-ingat lagi apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Profesor Argyro Avgoustaki dari ESCP Business School mengatakan, orang yang memiliki kebiasaan bekerja secara berlebihan rentan mengalami stres, kelelahan, burn out, masalah kesehatan mental, dan pada akhirnya menurunkan produktivitas. Wah, sampai seperti itu, Teman Mindy!

Belum lagi saat kamu tidak punya waktu untuk kehidupan pribadimu. Kamu akan mudah merasa kesepian dan tidak bahagia. Karena keseimbangan antara waktu bekerja dan kehidupan pribadi adalah salah satu faktor yang membuatmu lebih happy, lho! Lalu, bagaimana caranya? Tentu menjadi produktif dan tetap bahagia adalah impian kamu dan juga semua orang. Jadi, yuk kita simak tips berikut!

1. Pengaturan waktu yang baik saat bekerja

Tahukah kamu, kalau kunci dari work-life-balance adalah pengaturan waktu yang baik? Manajemen waktu dalam bekerja sangat penting untuk menghindari overwork atau bekerja berlebihan. Ingat untuk selalu:

  • Menentukan jam kerjamu
  • Memastikan jam kerja dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat produktif
  • Tidak bekerja di luar jam kerja yang telah ditentukan
  • Mematikan perangkat kerja usai jam kerja
  • Tidak mengabaikan waktu istirahat setelah jam kerja selesai
  • Dan yang paling penting, disiplin melakukan semua hal-hal di atas.

2. Atur waktu untuk me-time

Menurut Elizabeth Grace Saunders, seorang time management coach, penting banget lho, untukmu memiliki waktu mengurus diri sendiri secara sadar. Karena kalau tidak direncanakan, kamu justru akan tanpa sadar melakukan me-time yang nggak produktif, seperti scrolling sosmed sampai malam, nonton YouTube hingga dini hari, atau procrastinating di jam kerja.  Dan setelah itu semua, kamu tetap merasa kebutuhan me-time kamu tidak terpenuhi. Sia-sia kan, teman Mindy?

Jadi, jangan ragu untuk meluangkan waktu secara rutin dan terjadwal untuk dirimu sendiri. Lakukan hal-hal yang kamu suka, seperti melakukan hobimu, berkumpul dengan orang-orang tersayang, atau betul-betul beristirahat dalam kamarmu, supaya waktu santai atau me-time-mu berkualitas.

3. Ciptakan batasan

   Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, solusi balancing work life dan me time adalah belajar untuk disiplin dalam bekerja dan beristirahat. Tapi ada satu hal lagi yang tidak boleh terlupakan, yaitu: menciptakan batasan.

   Dalam Eisenhower Matrix, kamu bisa membagi pekerjaanmu menjadi empat kelompok sesuai dengan sifat dan prioritasnya, yaitu: pekerjaan penting dan mendesak; penting tapi tidak mendesak; tidak penting tapi terasa mendesak; tidak penting dan tidak mendesak.

   Nah, sekarang kamu jadi tahu kan, bahwa ada pekerjaan yang memang harus kamu selesaikan segera, tapi ada juga pekerjaan yang tidak perlu kamu kerjakan, bahkan pikirkan di saat kamu sedang beristirahat. Ciptakan batasan.

Terus latih diri untuk disiplin terhadap waktu kerja dan kebutuhanmu, ya! Saat sedang cuti usahakan tidak berurusan dengan pekerjaan, kalau dimintai bantuan saat sedang sibuk harus bisa menolak dengan baik, dan jangan lupa tetap merawat fisik juga mental agar tetap sehat serta bahagia. Selamat menjalani work-life balance, Teman Mindy!

Share this article