Ikuti "Cultivate Happy Work Culture" dari Mindtera x Glints untuk tingkatkan produktivitas karyawan. Daftar GRATIS di sini! 🎉
5 Cara Efektif Mengatasi Stres Kerja
Karir
09
January 2023

Sebagai seorang karyawan yang sebagian besar waktu, energi, dan tenaganya dihabiskan di tempat kerja, rasanya stres karena pekerjaan telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita dituntut untuk berteman dengan deadline, tekanan, beban kerja yang tidak sedikit, atau bahkan mungkin dengan lingkungan kerja yang tidak bersahabat.

Dalam dosis kecil, stres di tempat kerja dapat ditoleransi. Namun, jika terus melanda dalam jangka waktu yang lebih lama, stres karena pekerjaan dapat memengaruhi kinerja dan kesehatan diri kita sendiri. Berdasarkan survei Mercer Marsh Benefit (MMB), 2 dari 5 karyawan di Indonesia mengalami stres karena pekerjaan. Namun, karyawan yang merasa didukung oleh perusahaan 10% lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi stres.

Berdasarkan survei global yang juga melibatkan lebih dari 1000 karyawan Indonesia, MMB menyarankan agar perusahaan menyediakan rangkaian dukungan kesehatan mental yang komprehensif. Adanya dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas pencegahan dan pengobatan, meningkatkan kesehatan emosional, dan mengurangi tingkat stres sehari-hari.

Itulah mengapa, stress management atau manajemen stres yang memadai di tempat kerja sangat diperlukan.

Stres di tempat kerja seharusnya tidak menjadi hal yang biasa

Budaya saat ini yang memandang stres di tempat kerja sebagai sesuatu yang normal, berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik karyawan. Penelitian juga menunjukkan bahwa tekanan ekstrim di tempat kerja dapat menghambat produktivitas dan motivasi.

Sehingga ketika stres kerja melanda, karyawan menjadi sulit berkonsentrasi, sulit memenuhi tenggat waktu, dan sulit memanfaatkan kreativitas mereka.

Berdasarkan The Workplace Health Report: 2022 dengan jumlah 2201 karyawan yang melakukan survei, 10 teratas penyebab stres kerja adalah sebagai berikut:

  • Beban kerja yang berlebihan
  • Memiliki sedikit kendali
  • Kurangnya dukungan
  • Staf senior
  • Rekan kerja sebaya
  • Pelatihan yang tidak memadai
  • Keamanan kerja
  • Kerja dari rumah
  • Jarak tempuh ke kantor
  • Faktor lain (kondisi kerja, work life balance, dll)

Karena itu, sudah saatnya perusahaan proaktif dalam meningkatkan menyediakan tools stress management yang memadai sesuai apa yang mereka butuhkan dan tidak menjadikan stres di tempat kerja sebagai hal yang biasa terjadi.

cara mengatasi stress kerja

5 Cara Efektif Mengatasi Stres Kerja

1. Kontrol stres dalam dirimu

Otak yang terus-menerus dibanjiri dengan tuntutan dan informasi yang banyak, menyebabkan kita stres dan dapat mengurangi kemampuan kita untuk fokus dan memecahkan masalah.

Ada banyak langkah yang dapat kamu ambil untuk menghindari atau mengurangi stres, termasuk mendorong emosi positif, merawat otak secara fisik, dan menjadi lebih teratur.

Pada aspek umum

  • Pastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup.
  • Lakukan diet seimbang dan tetap terhidrasi.
  • Berolahraga setiap minggu dan luangkan waktu untuk melakukan hobi, atau menikmati alam.

Pada aspek pekerjaan

  • Jadwalkan pertemuan rutin dengan orang yang kamu hargai.
  • Bagi tugas besar menjadi tugas yang lebih kecil.
  • Menjaga kebersihan lingkungan kerja.
  • Jadwalkan 'waktu berpikir' dalam padatnya harimu.
  • Kenali saat kapan kamu melakukan pekerjaan terbaikmu. Rencanakan tugasmu yang paling prioritas pada waktu itu.
  • Lebih banyak berjalan, berdiri, atau mendengarkan musik, tergantung mana yang paling cocok untukmu.

2. Kelola energi dalam diri

Pekerjaan yang padat, jam kerja yang panjang, dan beban kerja yang meningkat dapat membuat kita merasa emosional, stress, dan kelelahan. Menciptakan serangkaian rutinitas dan praktik dapat meningkatkan energi fisik, emosional, mental, dan spiritualmu.

- Energi fisik

  • Kenali saat-saat dalam sehari ketika kamu merasa lelah atau tidak mampu berkonsentrasi. Menjauhlah dari meja, temui rekan kerja, atau lakukan sesuatu yang menarik.
  • Luangkan waktu untuk fokus selama 90 hingga 120 menit setiap kali, beristirahatlah secara teratur.
  • Makanlah makanan yang ringan di siang hari untuk mempertahankan energi.

- Energi emosional

  • Latih pernapasan perut untuk mengelola emosi negatif, seperti mudah marah, cemas, dan tidak sabaran.
  • Ungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan untuk orang lain sambil menerapkan welas asih untuk diri sendiri.

- Energi mental

  • Nonaktifkan email dan jauhkan ponsel untuk melakukan tugas dengan konsentrasi tinggi.
  • Jadwalkan waktu tertentu dalam sehari untuk menjawab email.
  • Di penghujung hari, buatlah daftar tugas penting atau prioritas untuk hari besok.

- Energi spiritual

  • Dalam perjalanan pulang dari kantor, atau 20 menit terakhir saat bekerja dari jarak jauh, coba bersantailah. Duduklah dengan penuh perhatian atau mendengarkan musik sebelum kembali ke rutinitas sehari-hari.
  • Kenali value dalam dirimu. Renungkan apakah kamu menggunakan dan menunjukkannya kepada orang lain di sekitarmu.

3. Gali penyebab stres kerja

Cobalah untuk membuat jurnal selama satu atau dua minggu untuk mengidentifikasi situasi mana yang paling membuat stres dan bagaimana kamu meresponsnya. Catat setiap pemikiran, perasaan, dan informasi apapun tentang bagaimana keadaan, termasuk orang-orang dan keadaan yang terlibat, latar fisik, dan bagaimana kamu bereaksi. Mencatat dapat membantumu menemukan pola di antara penyebab stres dan reaksimu.

4. Kembangkan respons yang sehat

Alih-alih mencoba melawan stres dengan sesuatu yang tidak sehat, lakukan hal lain yang lebih sehat saat kamu mulai merasakan stres yang intens. Olahraga mungkin dapat menjadi pilihanmu. Luangkan juga waktu untuk hobi dan kegiatan favorit. Baik itu membaca novel, pergi ke konser, atau bermain game bersama keluarga. Pastikan untuk menyisihkan waktu untuk hal-hal yang membuatmu bahagia.

5. Sampaikan pada atasanmu

Kesehatan karyawan tentu memengaruhi produktivitas di tempat kerja, jadi atasanmu harus memiliki inisiatif untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung wellbeing karyawan. Mulailah dengan melakukan komunikasi terbuka dengan atasan.

Tujuannya bukan untuk membuat keluhan, melainkan untuk menghasilkan rencana yang efektif untuk mengelola penyebab stres kerja yang telah kamu identifikasi, sehingga kamu dapat melakukan yang terbaik dalam pekerjaan. Dengan begitu, atasanmu pun akan menyediakan sumber daya manajemen stres melalui employee assistance program (EAP), termasuk konseling yang tersedia atau rujukan ke profesional, jika diperlukan.

Mindtera Pilihan Terbaikmu dalam Mengelola Produktivitas, Kinerja, dan Wellbeing Karyawan

Sebagai HR atau leader, sediakan sumber daya stress management yang memadai bagi karyawan. Kamu bisa memulainya bersama Mindtera. Mindtera menyediakan beragam psychological assessments, group coaching, personal counseling, konten JEDA wellness, dan wellness program lainnya untuk membantumu dalam mengelola produktivitas, kinerja, dan wellbeing karyawan.

Jika kamu ingin melakukan group coaching seputar produktivitas, pengembangan karir, dan personal growth kamu bisa menjelajahi beragam services dari Mindtera.

Beberapa topik group coaching yang telah dilakukan di 1000+ karyawan:

  1. Stress Management
  2. Work Life Integration
  3. Productivity Wellness
  4. Handling Toxic People
  5. Meaningful Work
  6. dan masih banyak lagi

Coba GRATIS 14 hari!

Dapatkan tips seputar karir & personal growth setiap minggu
Jadi yang pertama tahu tentang tips terjitu seputar karir dan informasi produk kami yang terbaru.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Bagikan Artikel