Ikuti "Cultivate Happy Work Culture" dari Mindtera x Glints untuk tingkatkan produktivitas karyawan. Daftar GRATIS di sini! 🎉
5 Strategi Efektif Meningkatkan Retensi Karyawan Tahun 2023
Karir
31
January 2023

Tidak lama ini, lebih dari 24 juta pekerja di Amerika Serikat telah memilih untuk resign. Fenomena ini dikenal sebagai “The Great Resignation”. Bahkan, hal ini tercatat sebagai sejarah baru.

Menurut situs Entrepreneur Asia Pacific, The Great Resignation adalah fenomena pengunduran diri masal dari sejumlah pekerja profesional. Sementara menurut Forbes, Great Resignation atau Big Quit adalah tren ekonomi dimana karyawan sukarela mengundurkan diri dari pekerjaan mereka secara massal.

Fenomena resign secara massal tersebut diduga dipengaruhi oleh pandemi. Mereka merasa memerlukan lebih banyak waktu untuk memikirkan ulang kehidupan serta pekerjaan mereka. Selain itu, dengan mulai terbiasanya bekerja secara remote, banyak pekerja berpikir ulang untuk tetap bekerja di perusahaan yang memiliki kebijakan Work From Office (WFO).

Meski menurut beberapa pengamat fenomena ini tidak akan terjadi di Indonesia, tetap saja hal ini perlu perhatian lebih dalam menyusun strategi meningkatkan retensi karyawan. Karena, menurut survei Glints yang diikuti oleh 1.693 responden menunjukkan para pekerja semakin selektif dalam memilih perusahaan sasaran mereka bekerja, dan pengaturan kerja (working arrangement) menjadi salah satu faktor penentu besar. Sebanyak 43% pekerja menyebut mengapresiasi sistem jam kerja yang fleksibel ketika mempertimbangkan posisi baru.

Karena itu, kini simak strategi efektif meningkatkan retensi karyawan tahun 2023 yang bisa kamu terapkan di tempat kerjamu:

Strategi Meningkatkan Retensi Karyawan Tahun 2023

No alt text provided for this image

1. Apresiasi kontribusi karyawan

Semua orang tentu bahagia jika mereka merasa dihargai, dan itu berlaku juga di tempat kerja. Dalam survei Society for Human Resource Management, 68% profesional HR mengatakan bahwa pengakuan/apresiasi penting untuk retensi, namun banyak organisasi tidak memiliki program recognition yang formal.

Maka dari itu, mulai saat ini perusahaan harus mendorong manajer untuk mulai mengakui pekerjaan anggota mereka.

2. Investasikan pada perkembangan karir karyawan

Menurut LinkedIn, 94% karyawan mengatakan mereka akan bertahan lebih lama di perusahaan jika mereka berinvestasi dalam pengembangan karirnya. Dalam kondisi perekonomian saat ini, karyawan memahami bahwa mereka perlu menjaga keterampilan mereka agar tetap kompetitif dan terus naik level.

Organisasi dapat memanfaatkan keinginan karyawan mereka untuk berkembang dengan menyediakan program coaching dan berinvestasi dalam pendidikan tambahan untuk karyawan mereka. Program pengembangan karyawan seperti group coaching & bootcamp dari Mindtera bisa menjadi opsimu untuk berinvestasi pada perkembangan karir karyawan.

3. Investasikan lebih pada wellbeing karyawan

Keadaan wellbeing individu menjadi masalah yang rentan bagi banyak karyawan. Terlebih dalam proses penyesuaian kembali kehidupan pasca-COVID-19. Dalam studi Korn Ferry baru-baru ini, 89% profesional merasa mereka mengalami kelelahan dan 81% mengatakan bahwa mereka mengalami kelelahan yang lebih parah saat ini dibandingkan saat awal pandemi.

Implikasi bagi perusahaan yang gagal mengatasi masalah ini bisa sangat besar. Pada akhirnya: penurunan tingkat kinerja dan engagement, dan akan menjadi masalah dalam merekrut dan mempertahankan orang-orang terbaik.

4. Berfokus pada kualitas manager

Pernahkah kamu mendengar kalimat lama “orang tidak berhenti dari pekerjaan, mereka berhenti dari atasannya”? Yap, mungkin itu benar. Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa 57% karyawan berhenti bekerja karena hubungan yang buruk dengan manager mereka.

Untungnya, keterampilan kepemimpinan dapat dilatih. Perusahaan harus memastikan tinjauan kinerja dengan mempertimbangkan keterampilan manajemen dan menawarkan pelatihan dan bimbingan kepada manager di semua tingkatan, terutama jika mereka menjadi manager pertama kali.

5. Meningkatkan Budaya Organisasi

Meskipun budaya organisasi mungkin tampak subyektif, pengaruhnya terhadap retensi tidak dapat disangkal. Faktanya, budaya perusahaan adalah salah satu pendorong utama kepuasan di tempat kerja.

Budaya perusahaan yang kuat memiliki ciri-ciri utama seperti:

  • Memiliki dan melaksanakan values yang diartikulasikan dengan jelas
  • Menghargai dan mendengar suara karyawan
  • Memiliki komitmen yang kuat terhadap keberagaman, kesetaraan, dan inklusi
  • Melaksanakan kepemimpinan yang suportif

Strategi meningkatkan retensi karyawan akan dapat dengan mudah kamu lakukan bersama Mindtera. Solusi dan layanan kami menghadirkan aktivitas menarik yang dipersonalisasi untuk membangun pengalaman tempat kerja yang positif. Kami membantu perusahaan menyelesaikan masalah turnover karyawan yang tinggi, kinerja yang rendah, & meningkatkan produktivitas.

Dalam meningkatkan retensi, kamu  juga perlu tools untuk terus memantau, mengukur dan mempredikisi pertumbuhan karyawan. Kamu bisa memulainya dengan menggunakan turnover forecasting dari Mindtera.

Bagaimana cara kerja turnover forecasting dari Mindtera?

Turnover forecasting dari Mindtera menggunakan metode eNPS—employee Net Promoter Score, atau Employee NPS. eNPS adalah tools untuk mengukur apa yang dirasakan oleh karyawan tentang perusahaan dan mengukur dampak inisiatif karyawan dan budaya kerja. Survei eNPS menanyakan satu pertanyaan sederhana dalam bentuk skala.

Dengan begitu, prediksi dan analisis turnover dapat membantumu dalam menemukan dan memantau tren pertumbuhan karyawan dan mengidentifikasi area masalah serta mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk mempertahankan talenta terbaikmu. Jadi, employee engagement akan meningkat dan turnover rate karyawan pun akan menurun.

Coba GRATIS 14 hari

Dapatkan tips seputar karir & personal growth setiap minggu
Jadi yang pertama tahu tentang tips terjitu seputar karir dan informasi produk kami yang terbaru.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Bagikan Artikel