Ikuti "Cultivate Happy Work Culture" dari Mindtera x Glints untuk tingkatkan produktivitas karyawan. Daftar GRATIS di sini! 🎉
Sulit Mencapai Work Life Balance? Saatnya Beralih ke Work Life Integration!
Karir
17
January 2023

Belakangan ini, istilah work life balance cukup populer di kalangan para pekerja. Namun, jika kita telaah lebih dalam, work life balance terlihat sangat kompleks, sehingga dalam beberapa kasus, akan sulit untuk mencapai work life balance. Bahkan, tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa work life balance hanyalah mitos belaka.

Mengapa demikian? Berikut beberapa alasan mengapa kita sulit mencapai work life balance:

Alasan Mengapa Sulit Mencapai Work Life Balance

1. Bekerja bukanlah bagian yang terpisah dari kehidupan pribadi

Menurut Marcus Buckingham, di bukunya yang berjudul “Nine Lies About Work: A Freethinking Leader’s Guide to the Real World”, istilah “keseimbangan” atau “balance” dalam work life balance mengacu pada keadaaan di mana hidup kita dituntut untuk statis, tidak ada yang berubah. Sehingga, secara tidak langsung mengindikasikan bahwa pekerjaan itu sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan, dan kehidupan pribadi merupakan suatu pembelajaran positif untuk terus bertumbuh.

Itulah mengapa, bekerja bukanlah kebalikan dari kehidupan. Bekerja justru menjadi bagian dari kehidupan—sama seperti keluarga, teman, komunitas, dan hobi. Semua aspek kehidupan ini memiliki momen-momen indah yang membangkitkan semangat.

2. Kehidupan kerja dan kehidupan pribadi adalah tentang batasan, bukan keseimbangan

Work life balance, seperti yang sering kita pahami, biasanya menuntut agar orang melakukan pengorbanan, mengorbankan kepuasan dalam satu atau lebih aspek kehidupan mereka untuk memenuhi tanggung jawab di aspek lain.

Padahal, cara paling sehat dalam mencapai work life balance adalah dengan membuat batasan-batasan yang sehat. Batasan memungkinkan untuk mengintegrasi pekerjaan dan kehidupan dan menjalankan peran yang berbeda dalam kehidupan pribadi.

Maka dari itu, tentukan batasan apa yang ingin kamu terapkan dalam hidup. Karena ketahuilah, pekerjaan dan kehidupan saling terkait erat, dan perusahaan harus merancang cara baru bagi karyawan untuk menjadi diri mereka yang terbaik dalam setiap perannya.

Work Life Integration Solusi Baru untuk Mencapai Kepuasan Kerja

Nah, karena itu work life integration bisa menjadi solusi untukmu yang kesulitan dalam mencapai work life balance. Work life integration adalah tentang merangkul seluruh pribadi di tempat kerja. Kita semua ingin menjadi diri kita yang sebenarnya di tempat kerja. Tidak ada yang namanya "work self" dan "personal self".

Di sinilah, perusahaan harus mulai memahami bahwa mereka bertanggung jawab untuk memfasilitasi budaya organisasi yang memungkinkan pekerja menjadi diri mereka sendiri di tempat kerja. Dampaknya, karyawan akan dapat memiliki lebih banyak pengalaman positif di tempat kerja. Bahkan, tidak menutup kemungkinan aspek lain dari kehidupan mereka pun juga akan meningkat.

Manfaat Work Life Integration

Salah satu manfaat utama dari work life integration adalah fleksibilitas.

Fleksibilitas yang disediakan oleh work life integration memungkinkan karyawan untuk mengoordinasikan jadwal dan tanggung jawab mereka dengan cara yang lebih produktif. Work life integration memungkinkan karyawan untuk menyelesaikannya saat mereka perlu menyelesaikannya, saat mereka membutuhkannya—terlepas dari apakah dan di mana itu terjadi dalam hari kerja. Sehingga, akan membantu karyawan untuk menangani tanggung jawab pekerjaan dan tanggung jawab hidup mereka tanpa ada yang perlu dikorbankan salah satunya.

Manfaat utama lainnya dari work life integration adalah, memiliki level stres yang rendah. Kebiasaan bekerja penuh akan menyedot energi dan pikiran, sedangkan bekerja fleksibel memungkinkan karyawan untuk bebas bersosialisasi. Maka dari itu, work life integration dianggap bisa meningkatkan wellbeing karena tingkat stres karyawan menjadi berkurang.

Cara Menerapkan Work Life Integration

1. Ketahui apa makna work life integration bagimu

Work life integration tidak akan terlihat sama untuk setiap orang. Jadi sebagai karyawan perlu tahu persis apa arti istilah ini bagi kamu secara pribadi.

  • Apakah ini akan memberimu lebih banyak waktu untuk berpikir kreatif?
  • Apakah akan mengurangi stres yang kamu rasakan di tempat kerja?
  • Apakah akan membantumu dalam mendampingi atau terhubung dengan teman atau anggota keluarga dengan lebih baik?

Karenanya, dapatkan kejelasan tentang apa yang kamu ingin capai dari work life integration.

2. Jadilah conscious pada dirimu sendiri

Kamu dapat mengembangkan “four-way attention chart” menggunakan empat lingkaran seperti pekerjaan, rumah, komunitas, dan diri sendiri. Hal ini sifatnya personal dan tentu setiap orang memiliki porsi yang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki berbagai tujuan pribadi dan profesional. Pastikan sasaran yang kamu tetapkan di empat lingkaran berjumlah 100%. Kamu harus dapat menambah atau mengurangi nilai dari setiap lingkaran tergantung pada pentingnya tugas tersebut. Pindahkan lingkaran lebih dekat dan tumpang tindih lebih banyak untuk membuatnya lebih kompatibel; semakin dekat dan tumpang tindih lingkarannya, semakin cocok.

3. Tetapkan blok waktu untuk berbagai tugas

Work life integration tidak berarti melakukan setiap hal setiap hari. Daripada membiarkan fokusmu terbagi dalam berbagai cara sekaligus, tetapkan blok waktu tertentu untuk tanggung jawab yang sama.

Misalnya, tetapkan satu blok waktu untuk memeriksa dan menanggapi email, satu lagi untuk rapat, dan satu lagi untuk mengerjakan tugas. Saat menyusun blok ini, pertimbangkan waktu kapan saat kamu secara pribadi merasa lebih produktif, lalu gunakan periode waktu tersebut untuk tugas yang membutuhkan lebih banyak kreativitas dan energi.

Kamu juga bisa menggunakan trik produktivitas seperti manajemen waktu menggunakan teknik Pomodoro untuk bekerja dalam waktu singkat dan fokus tetap terjaga.

Jadi, daripada kesulitan mencapai keseimbangan, bagaimana kalau kamu mencoba mengintegrasikan kehidupan personal dan pekerjaan secara sehat?

Latih Bagaimana Cara Menerap Work Life Integration dengan Sehat Bersama Mindtera

Kamu sebagai HR/leader pun dapat menjadikan work life integration sebagai win-win solution untuk karyawan yang working mom, atau siapa pun yang ingin bekerja lebih fleksibel.

Karena work life integration adalah sebuah perjalanan, dan HR/leader harus berinisiatif, maka perusahaan harus memahami budaya mereka dan kebutuhan bisnis serta tenaga kerja untuk sukses. Jadi, yuk mulai terapkan work life integration di tempat kerjamu! Group coaching Work Life Integration dari Mindtera akan memandumu bagaimana menerapkannya secara sehat dan tepat.

Jika kamu ingin melakukan group coaching seputar produktivitas, pengembangan karier, dan personal growth kamu bisa menjelajahi beragam services dari Mindtera.

Beberapa topik group coaching andalan yang telah dilakukan 100+ karyawan:

  1. Stress Management
  2. Work Life Integration
  3. Productivity Wellness
  4. Handling Toxic People
  5. Meaningful Work
  6. dan masih banyak lagi

Coba GRATIS 14 Hari!

Dapatkan tips seputar karir & personal growth setiap minggu
Jadi yang pertama tahu tentang tips terjitu seputar karir dan informasi produk kami yang terbaru.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Bagikan Artikel