Kamu Seorang Overthinker? Yuk, Intip Cara Mengatasinya!
General
January 28, 2022

Apa itu Overthinking?

Pengertian dan penyebab overthinking

Overthinking atau kecenderungan untuk berpikir berlebihan, wajar dialami oleh kebanyakan orang. Biasanya, dialami saat malam hari atau di saat pikiran terlalu lama kosong. Apa pun bisa menjadi bahan overthinking-mu, mulai dari pertanyaan seputar kesuksesan, menemukan pasangan yang tepat, masalah financial, atau apa saja yang membebani pikiranmu.


Seorang overthinker akan sering merasa cemas dan selalu dibayangi oleh pikiran-pikiran yang belum tentu terjadi. Banyak sekali faktor yang memengaruhi seseorang menjadi overthinker. Stress adalah penyebab utamanya. Stress dapat terjadi karena tuntutan pekerjaan, keluarga, atau keuangan yang kemudian membuat kamu menjadi orang yang lebih mudah gelisah dan tertekan. Alhasil, kamu berpikir lebih jauh bahkan ketika kenyataannya berjalan sesuai rencana.


Kebiasaan overthinking juga tidak jauh dari cenderung datangnya perasaan tidak puas dan iri hati. Misalnya, saat mendengar kabar teman baik mendapat pekerjaan bagus dengan gaji yang tinggi, kamu merasa iri hati dan mulai overthinking yang akhirnya berujung membanding-bandingkan dirimu dengan si dia. Padahal, bisa jadi pencapaianmu pun adalah progres yang mengesankan untuk orang lain. 

Solusi Overthinking yang Bisa Kamu Coba

Cara mengatasi overthinking


1. Beri Jeda untuk pikiranmu

Heningkan sejenak pikiranmu dan latih dirimu untuk selalu hadir pada momen saat ini. Ketika kamu sedang overthinking, alihkan perhatianmu pada apa yang sebenarnya terjadi pada saat ini. Tarik napas dan coba untuk lebih fokus. Tanyakan pada dirimu, di mana kamu berada sekarang? Apa yang kamu rasakan? Apa yang ada di pikiranmu? Apa yang membuatmu overthinking?

Kamu juga bisa menuangkan pikiranmu dalam tulisan untuk lebih menyadarinya. Selain itu, kamu juga bisa melatih mindfulness untuk mengelola pikiran dan mengurangi stress.

2. Identifikasi rasa takutmu

Umumnya overthinking dimulai dari ketakutan atau kecemasan yang tidak beralasan. Ketakutan karena membuat kesalahan, mencoba hal baru, omongan orang lain hingga merasa tidak pantas untuk mendapatkan yang ingin kamu raih. Ketakutan akan "apa yang mungkin terjadi" sering kali menghentikan langkah kita dan membuat kita merasa sulit untuk mengambil keputusan.

Nah, salah satu solusi untuk mengatasi ketakutanmu, cobalah mengambil suatu tindakan. Kamu bisa memulainya dengan mengambil langkah-langkah kecil terhadap sumber ketakutanmu dan lihat apa yang terjadi setelahnya. Pada saat kamu mengambil sebuah tindakan, di sanalah kamu berhasil menguasai overthinking-mu. Setiap kali kamu merasa kewalahan karena sulit mengambil keputusan, coba pikirkan kembali, "apa sih hal terburuk yang bisa terjadi?". Dari sana, kamu juga bisa mulai untuk membuat rencana atau langkah yang tepat untuk membuatmu lebih percaya diri.

3. Melatih decision making

Mengambil suatu tindakan juga diawali dari kemampuan untuk membuat keputusan (decision making). Hal ini akan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi ketika overthinking ya, teman Mindy. Jika pikiranmu terus berputar-putar dan stuck di tempat yang sama, rasanya sulit melihat jalan keluar. Sebenarnya, yang perlu kamu lakukan adalah melatih membuat keputusan dan berkomitmen atas keputusan tersebut. Kamu bisa melatihnya dengan mudah dan sederhana, kok. Ketika akan membuat keputusan, coba tanya pada dirimu sendiri, "Mana ya yang akan membuatku merasa lebih terpenuhi?"

Cobalah terlebih dahulu untuk hal-hal sederhana, seperti makan malam misalnya.

"Nasi padang atau gado-gado? Mana yang membuatku lebih senang?" 3-2-1, ayo pilih!

Melalui latihan decision making, kamu akan terbiasa menjadi orang yang dapat mengambil tindakan.

4. Fokus pada apa yang bisa dikontrol

Ketika kamu sedang mengkhawatirkan sesuatu, cobalah ambil waktu sejenak, dan perhatikan hal-hal apa saja yang masih dalam kendalimu. Akui terlebih dahulu apa pun yang kamu pikirkan, lalu tanyakan pada dirimu "apa yang masih bisa aku kendalikan?"

Misalnya, ketika kamu sedang cemas karena perasaan atasan terhadap kinerjamu. Daripada hanya mengkhawatirkannya, yang tentu tidak akan membantumu, coba lakukan evaluasi kinerjamu dengan meminta feedback dari rekan kerja, atau membuat rencana untuk meningkatkan performamu. Dengan begitu, kamu menjadi lebih fokus pada kemampuan dirimu, kan?

5. Latih rasa syukur

Kamu juga bisa mencoba lebih bersyukur untuk menjauhkan kecenderungan overthinking. Dengan cara bersyukur, kamu akan lebih fokus pada dirimu sendiri dan dipenuhi energi positif daripada overthinking yang membuatmu dibayangi oleh pikiran-pikiran negatif yang tak terkendali. Cara bersyukur bisa dimulai dengan melakukan afirmasi ke diri sendiri dengan kata-kata yang menguatkan. Misalnya, ketika bangun pagi syukuri apa saja hal yang kamu rasakan, lihat, dan dengar. 


Tidak hanya itu, cara bersyukur juga bisa kamu lakukan dengan mengalihkan overthinking-mu pada kegiatan yang melatih fisik seperti olahraga atau menari. Dengan menggerakkan tubuhmu, kamu akan terdistraksi dengan kecenderungan berpikir hal-hal tidak perlu dan lebih fokus untuk mengoptimalkan potensi tubuhmu. 


Semoga label seorang ovethinker tidak lagi menjadi milikmu, ya. Ikuti program dari Mindtera di sini untuk melatih rasa syukurmu. Selamat mencoba!

Rekomendasi Program Sesuai Artikel Ini

Rasa Syukur
Bangun pagi, bernapas, dan masih melihat sinar matahari bukan sekadar rutinitas, melainkan juga sederet hal yang patut disyukuri. Apa lagi ya, yang bisa kita syukuri? Yuk latih rasa syukur bersama Mindtera di program kali ini!

Share this article