Sikapi Penyesalan Masa Lalu dengan Self-Forgiveness

General

November 28, 2022

Kita tentu sudah tahu bahwa hidup tak selamanya berjalan mulus. Ada hari-hari di mana kita begitu semangat menjalaninya, namun terselip pula hari-hari saat kita melakukan kesalahan yang membuat kita menyesal dan merasa bersalah. Tak jarang pula, penyesalan masa lalu masih membayangi kita hingga detik ini, saat kamu membaca artikel ini.

Namun apakah “penyesalan” itu? Menurut Melanie Greenberg, Ph.D., penyesalan adalah kondisi emosional atau kognitif yang membuat kita menyalahi diri sendiri secara terus-menerus karena hasil yang tidak sesuai, merasa kehilangan atau sedih atas hal yang kita harapkan terjadi, atau berharap kita tidak melakukan tindakan tersebut.

Selama penyesalan dikelola dengan baik, dapat membantu kita untuk tahu letak kesalahan kita dan mengajarkan kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Namun begitu, penyesalan akan berdampak buruk ketika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik, bahkan bisa membuat kita tertekan.

Beberapa dampak penyesalan masa lalu yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadikan kita lebih sering menyalahkan diri sendiri atas kesalahan sekecil apa pun. Menurut riset dari AARP Newsletter, rasa penyesalan ini juga bisa berujung pada stress kronis, sistem hormon yang buruk, serta penurunan sistem kekebalan tubuh.

Cara Bangkit dari Penyesalan

Lalu, bagaimana mengatasi penyesalan masa lalu? Salah satu caranya adalah dengan memaafkan diri sendiri atau self-forgiveness. Menurut Enright and the Human Development Study Group (1996), self-forgiveness secara psikologis, adalah keinginan untuk melepaskan rasa benci terhadap diri sendiri.

Saat penyesalan masa lalu datang menghampiri, self-forgiveness adalah jawabannya. Kita akan menjadi tidak overthinking dan mampu terbebas dari perasaan yang seolah-olah kita selalu menjadi korban.

Untuk mampu self-forgiveness dan bangkit dari penyesalan, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Akui rasa sesal yang muncul dalam dirimu.

Terimalah perasaan apa pun yang datang pada diri terkait dengan penyesalanmu. Ketika kamu mengakui perasaanmu dan bukan menolaknya, kamu dapat terbantu untuk tahu bagaimana kamu dapat mengelola perasaanmu di waktu yang akan datang nanti.

2. Cari tahu bagaimana caramu mengatasinya.

Luangkan waktu untuk mengevaluasi bagaimana kamu mengelola perasaan sesalmu. Apakah kamu menyalahkan orang lain atau memendamnya sendiri? Hal tersebut dapat membuat penyesalan semakin sulit untuk ditangani.

Ambil napas dan ingatlah bahwa pilihan yang kamu buat sudah terjadi di masa lalu. Walau begitu, kamu masih memiliki momen saat ini untuk melakukan hal yang kamu anggap baik atau benar.

3. Beri waktu untuk dirimu.

Rasa sesal memang berat untuk dihadapi, terutama jika terkait dengan keputusan yang besar. Ingatlah untuk memberi waktu dan ruang untuk dirimu dimana kamu bisa sembuh dari akibat atas keputusan tersebut.

Fokuslah pada hal-hal positif yang dapat menenangkan atau membangkitkan semangatmu, daripada terus-menerus berpikir hal yang negatif. Seiring berjalannya waktu, emosi negatifmu dapat perlahan luntur, kok!

4. Belajar dari penyesalanmu.

Penyesalan hidup dapat menjadi guru yang paling berharga. Coba tanyakan pada dirimu, "Apa yang dapat aku pelajari dari kejadian ini?", atau "Bagaimana aku bisa menjadi lebih baik lagi?"

Belajar dari penyesalan dapat membantumu membuat keputusan dan berperilaku lebih baik kedepannya.

5. Melatih self-compassion.

Ada kalanya seseorang terlalu menyesali sesuatu sehingga pikiran selalu terpusat pada keputusan atau tindakan yang seharusnya diambil. Obsesi ini bisa berubah rasa bersalah menjadi rasa malu yang membuat seseorang berpikir bahwa dirinya merupakan kesalahan.

Jika kamu merasakannya, ingatlah bahwa membuat sesuatu kesalahan adalah wajar dan normal bagi seorang manusia. Latih self-compassion atau welas asih pada dirimu untuk membantumu merasa lebih baik.


Langkah-langkah sederhana ini akan membantumu untuk lebih bersikap lembut pada diri sendiri, sehingga kamu tidak terus menerus terjebak oleh penyesalan masa lalu. Cari tahu lebih lanjut soal Self-Forgiveness di program Mindtera di sini ya.

Let's discuss further

We help organizations solve their most pressing problems. Please use the following options to contact us, so we can better understand your organization's needs and how we can help.

Contact Us

Let's discuss further

We help organizations solve their most pressing problems. Please use the following options to contact us, so we can better understand your organization's needs and how we can help.

Contact Us

Let's discuss further

We help organizations solve their most pressing problems. Please use the following options to contact us, so we can better understand your organization's needs and how we can help.

Contact Us